Dulu ketika saya belum merasakan yang namanya SKRIPSI, pernah berpikiran kalau skripsi itu mudah, sama seperti membuat tugas makalah yang dikerjain semalam suntuk kelar. hmmm…itu dulu.
Sekarang saya mengalaminya. mengalami bagaimana suka dan duka mengerjakan tugas terakhir sebagai mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana. Ternyata ga gampang, malah kalau boleh dibilang ribetnya minta ampun.
Semua rasa pernah saya rasakan saat mengerjakan skripsi.
- Bahagia
Bahagia ketika program yang kita kerjakan berhasil. dalam kasus skripsi saya adalah develop sistem, nah kalo sistem saya jalan. wow…it’s great. luar biasa bahagianya.
- Jenuh…BT
ketika code yang dibuat, data yang diolah ga ada progress atau kemajuan. bikin Buete pwolll..
- Males
Males ketemu dosen bahkan menghindar, kalo progress skripsi ga ada. disitu-situ terus.
- Sedih
Ketika hasil usaha kita yang sampai titik darah penghabisan ternyata sia-sia. Ternyata metode yang kita lakukan ga sama dengan yang dimaksud dosen.
- Marah…sebel
ketika kita punya partner penelitian yang ga membantu, malah kadang mengandalkan. Ada saja yang bikin hati jadi mangkel.
- Malu
malu saat ditanyain orang, gimana skripsinya? kapan lulus? apalagi yang nanya orang tua. fiuh…mau ditaru dimana muka ini.
Pokoknya rasa nano-nano kalo saya bilang. Tapi tugas skripsi juga salah satu proses pendewasaan kita sebagai mahasiswa sebelum berjuang di dunia nyata. Itu kata-kata dosen pembimbingku. Karena dalam proses skripsi, mahasiswa dituntut untuk dapat mengatur dirinya sendiri, mencoba menghargai orang lain, dan pendewasaan lainnya. Semangad buat yang lagi skripsi….pasti akan terlewati..orang sebelum kita aja bisa, masa kita ga bisa.
Jadi malu eike..lu jgn tanya punya gw ya!
Hahahaha.. sama rin.. tapi heran, koq orang tua jarang nanyain y? tapi kalo anggota keluarga lain pasti nanyain.. jadi beban.. T_T